Depan
Profil
Berita
Info Pekurban
Distribusi
Formulir Peserta THK
FAQ
Kontak
KANTOR TEBAR HEWAN KURBAN PINDAH ALAMAT
Mulai Bulan Maret 2014, Kantor pusat Tebar Hewan Kurban berpindah alamat ke : Jl. Ir, H. Djuanda No. 50, Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok C2 Ciputat Tanggerang Selatan, Telp. (021) 741 6050 ext. .... Detail

Kurban THK Hingga Perbatasan Negeri
Jakarta, 29 September 2013 - Wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga sebag.... Detail

Kembali
HUKUM BERKURBAN
Hukum berkurban adalah sunnah muakkadah dengan dalil hadits dari Ummu Salamah yang menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda :

"Jika kalian telah memasuki hari raya, tanggal 10 Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, hendaknya ia tidak memotong rambut dan kukunya." (HR. Muslim)

Ungkapan "ingin berkurban" dalam hadits di atas mununjukkan kebijaksanaan dan pengampunan Allah terhadap orang yang belum mampu menunaikan kurban. Namun, yang menjadi pertanyaan, bagaimana hukumnya jika berkurban tidak diniatkan sebeum datangnya Id atau niat itu baru muncul-sebab Allah baru mendatangkan rezeki-pada hari pertama atau kedua Id? Dalam hal ini Anda tidak ada masalah untuk menunaikan kurban. Artinya, hukum kurban menjadi mustahab (lebih disukai).

Sebagian ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa berkurban hukumnya wajib bagi orang yang memiliki nisab zakat. Acuan mereka adalah hadits shahih yang berbunyi :

"Barangsiapa berkelebihan (dalam harta) tetapi tidak menyembelih hewan kurban, janganlah dia mendekati masjidku." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Jumhur ulama menilai bahwa hadits tersebut mauquf dan tidak sampai kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa syariat berkurban itu hukumnya sunnah ain untuk setiap individu muslim dan sunnah kifayah untuk setiap keluarga muslim.